Okey.. Karna Gue dari Bojonegoro, Dan Gue Suka Ma Kesenian Sekarang Gue Mau Post tentang Tari Di Bojonegoro:
1.Yang Pertama, dimulai Oleh Tari Setyowati Obong
yakni menceritakan Dewi Setyowati sebagai istri dari Prabu angkling Dharma yang Mengorbankan Dirinya Untuk Dibakar, Ketika itu Dewi Setyowati sedang mengadakan pesta meriah untuk merayakan pernikahan mereka. Prabu Anling Dharma mendengar pembicaraan antara dua cicak dan Angling Dharma tertawa geli mendengarnya dan Dewi Setyowati bertanya kepada Angling Dharma "Mengapa Kanda Tertawa Sendiri?" dan Suaminya menjawab "aku sedang Mendengarkan Percakapan dua Hewan yang berbicara tentang kita.." Dan Dewi Setyowatipun bertanya lagi "Ilmu apakah yang kanda Gunakan? Tolong Ajari Dinda" dan Prabu menjawab "Aku tidak bisa memberitahumu hanya aku seorang yang bisa Ilmu ini" Akhirnya Dewi Setyowati menjawab "Berarti Kanda sudah tidak cinta lagi denganku" Prabupun Menjawab "Bukan Begitu Adinda.." Dan Dewi Setyowati Menjawab "Kalau Begitu Aku Lebih Baik Mati Obong Saja Daripada Tidak Bisa Hidup Bahagia dengan Kanda". Berulang kali Prabu Angling Dharma sudah memperingatkan kepada Sang Dewi, tapi keputusan dewi Setyowati sudah bulat dan akhirnya semua alat dan para Pendoa Mengelilingi Api dan berdoa kepada Sang Hyang Agung Dan Akhirnya Dewi Setyowati Lompat ke dalam kobaran api dan api tersebut menjadi api abadi yang terletak di Dander dan meskipun telah meninngal tapi kesuciannya tetap terjaga dan ia mendapatkan gelar istri negara dan maka itu makna dari Bojonegoro ialah Bojone Negoro atau dalam bahasa indonesia Istri Negara.
2.Yang Kedua, adalah Tari Meliwis Putih
Yakni Menceritakan Bahwa Prabu Angling Dharma yang Menyamar sebagai Burung Belibis Yang ingin menemui Dewi Setyowati Yang Berada Di Kerajaannya.
Okey Besok Ngepos lagi Part Dua Tentang..... Gue Kasih Bocorannya #AduhBocorBocorBocor *Hadech-_-* Salah Satunya Tari Thengul.... Udah Dulu Yha Para pembaca Setia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar