Tentang Produk Di Bojonegoro:
1.Yang Pertama ialah Kerajinan Meuble Kayu Jati
Produk unggulan ini telah lama dikenal dan berkualitas ekspor, karena
Bojonegoro merupakan penghasil kayu jati berkualitas. Corak dan desain
telah disesuaikan dengan situasi zaman, baik lemari, buffet, meja, kursi
atau tempat tidur.
Adapun daerah-daerah yang terkenal sebagai industri mebel yaitu
diantaranya sukorejo dan temayang. apa yang membedakan mebel bojonegoro
dengan mebel yang lain, mebel bojonegoro dibuat dari kayu-kayu jati asli
dan memiliki umur yang bisa di bilang sudah cukup tua, dengan menggukan
kayu yang tua maka hasil mebelnya dan ukirannya akan sangat indah
sehingga memberikan corak yang khas.
2.Yang Kedua ialah Kerajinan Batu Onix
Bojonegoro memiliki tambang batu onix yang melimpah sehingga berbagai
produk kerajinan onix dapat dihasilkan dengan kualitas sangat memuaskan.
Pusat kerajinan batu onix terdapat di Kecamatan Bubulan.
3.Yang Ketiga ialah Kerajinan Bubut Cukit
Bentuk souvenir kayu jati khas Bojonegoro yang tetap menonjolkan guratan
kayu jati. Penggarapannya dilakukan secara teliti dan detail, tapi
tetap mempertimbangkan aspek estetika. Khususnya berupa miniatur mobil,
sepeda motor, becak, kereta api, jam dinding atau guci, penghias
interior.
4.Yang Keempat ialah Kerajinan Limbah Kayu
Kerajinan limbah kayu jati yang dibentuk menjadi karya seni dalam berbagai model sudah merambah pasar ekspor ke berbagai negara.
5. Yang Kelima Ialah Ledre
Ledre adalah makanan khas Bojonegoro. Berbentuk gapit (seperti emping gulung) dengan aroma khas pisang raja yang manis. Sangat tepat untuk teman minum teh atau dan sajian tamu atau untuk oleh-oleh.
Perbedaan ledre dengan gapit yaitu ledre lebih halus, lembut dan
aroma pisangnya menyengat, sementara gapit agak kasar. selain dari
pisang raja ledre juga bisa terbuat dari berbagai pisang misalnya pisang
saba, pisang hijau, pisang susu,dll. tetapi yang khas di daerah
bojonegoro atau lebih optimalnya dalam membuat ledre yaitu menggunakan
pisang raja.
6.Yang Keenam Ialah Salak Wedi
Salak Wedi rasanya manis, masir, renyah, segar dan besar. Dapat
dijumpai di setiap pekarangan rumah penduduk di desa Wedi dan
sekitarnya. Perbedaan Salak Wedi dengan salak lain, seperti Salak
Pondoh, adalah kandungan air yang lebih banyak sehingga membuat Salak
Wedi terasa lebih segar.
Keberadaan Salak Wedi sudah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun
silam, yang secara turun-temurun telah menjadi sumber pendapatan bagi
warga Desa Wedi. Konon asal muasal bibit salak ini pertama kali dibawa
oleh seorang Ulama' yang mengajarkan agama Islam di desa Wedi. Dari
bibit tersebut terus berkembang hingga tidak hanya desa Wedi tetapi
meliputi juga beberapa desa sekitar Wedi, yaitu Kalianyar dan
Tanjungharjo.
7.Yang Ketujuh ialah Blimbing Ngringinrejo
Blimbing dengan berat 2 - 3 ons per buah dapat dijumpai di kebun buah
desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro. Rasanya manis, segar
dan harum, sangat tepat untuk hidangan penutup, rujak dan lain-lain.
8.Yang Kedelapan ialah Agrowisata Tembakau
Bojonegoro adalah penghasil tembakau virginia terbesar di Indonesia dan
telah lama dikenal sebagai tembakau terbaik di dunia. Hijaunya tanaman
tembakau hampir di seluruh wilayah Bojonegoro dapat dilihat antara bulan
Mei - Oktober.
Okay Sekian Dulu Dari Saya. Wassalam....
Tertanda ~ZUYAFI~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar